Tugas 3 Artikel Evergreen content

Nama : Nina Apriyani

Npm   : CB241110323

Kelas  : A241CBA4

Prodi  : Administrasi Bisnis


Evergreen content

Definisi Evergreen content

Dalam dunia digital marketing, konten adalah "raja”. Namun, tidak semua konten diciptakan sama. Ada konten yang hanya relevan untuk periode waktu tertentu, seperti berita terbaru atau tren musiman. Sebaliknya, ada jenis konten yang selalu relevan dan bermanfaat bagi pembaca dalam jangka waktu yang lama. Jenis konten ini dikenal dengan istilah "evergreen content." Evergreen content adalah jenis konten yang tetap relevan dan berguna untuk pembaca dalam jangka waktu yang lama. Dalam konteks konten, evergreen berarti informasinya tidak cepat usang dan tetap memberikan nilai bagi pembaca meskipun sudah dipublikasikan bertahun-tahun lalu. Konten evergreen berbeda dari konten yang mengikuti tren atau berita terkini. Misalnya, artikel tentang hasil pertandingan sepak bola atau ulasan film terbaru mungkin hanya relevan selama beberapa hari atau minggu. Sebaliknya, artikel seperti "Cara Menanam Tomat di Rumah" atau "Tips Mengelola Keuangan Pribadi" akan tetap berguna dan dicari oleh orang-orang bahkan setelah bertahun-tahun dipublikasikan.

Manfaat Membuat Evergreen Content 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, evergreen content adalah jenis konten yang tetap relevan dan bermanfaat bagi pembaca dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan konten yang mengikuti tren sesaat, konten evergreen memiliki beberapa keunggulan yang patut dipertimbangkan oleh pemilik situs web. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari evergreen content:

1. Traffic Berkelanjutan

Salah satu keunggulan utama evergreen content adalah kemampuannya menghasilkan traffic jangka panjang. Konten ini dapat terus menarik pengunjung, menghasilkan prospek, dan berpotensi meningkatkan penjualan secara konsisten dari waktu ke waktu. Meskipun konten yang mengikuti tren mungkin memberikan lonjakan kunjungan dalam waktu singkat, evergreen content dapat memberikan hasil yang lebih stabil dan berkelanjutan.

2. Tingginya Shareability

Evergreen content memiliki peluang lebih besar untuk dibagikan oleh pembaca. Karena topiknya selalu relevan, orang-orang cenderung membagikan konten tersebut di media sosial secara berulang. Hal ini dapat meningkatkan visibilitas merek Anda dan membangun kredibilitas dalam bidang yang ditekuni.

3. Memperbanyak Backlink

Situs web dengan banyak tautan balik (backlink) umumnya mendapat peringkat lebih tinggi di hasil pencarian. Karena evergreen content memiliki umur yang panjang, tidak heran jika konten seperti ini akan menarik lebih banyak backlink dari waktu ke waktu. Semakin banyak backlink yang dimiliki, maka semakin tinggi pula otoritas situs Anda sehingga dapat membantu meningkatkan peringkat web di mesin pencari.

4. Traffic yang Stabil 

Dengan mengoptimalkan evergreen content untuk mesin pencari, Anda dapat menghasilkan traffic yang stabil ke situs web. Tidak seperti konten musiman atau yang mengikuti tren, Anda tidak perlu khawatir tentang penurunan traffic.

Ciri-ciri utama evergreen content:

  • Relevansi jangka panjang: Topiknya tetap bermanfaat dan menarik bagi audiens bertahun-tahun setelah dipublikasikan, misalnya panduan dasar.
  • Tidak bergantung tren: Tidak membahas peristiwa atau tren sesaat yang hanya populer dalam jangka pendek, sehingga kontennya tidak cepat kedaluwarsa.
  • Fokus pada konsep dasar: Mengatasi dasar-dasar atau prinsip-prinsip fundamental dari suatu topik sehingga tetap relevan meskipun ada perkembangan di bidang terkait.
  • Bisa diperbarui: Meskipun abadi, kontennya dapat dan harus diperbarui secara berkala jika ada informasi baru atau perubahan signifikan untuk menjaga akurasi dan manfaatnya.
  • Optimasi SEO yang kuat: Dirancang dengan kata kunci yang sering dicari secara konsisten untuk mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari dan menghasilkan traffic yang berkelanjutan.

Contoh Evergreen Content

Berikut adalah beberapa contoh format konten evergreen:

1. Daftar (Listicles)

Daftar (Listicles) adalah daftar yang berisi tips atau rekomendasi yang relevan dengan audiens Anda. 

Misalnya, "10 Tips Membangun Produktivitas untuk Pekerja Kantoran" atau "7 Rekomendasi Buku untuk Pengusaha Muda."

2. Wawancara Ahli (Expert Interview)

Wawancara ahli adalah konten yang berisi percakapan dengan pakar industri yang relevan. 

Contohnya, "Wawancara dengan Pakar Marketing Digital" atau "Percakapan dengan Ahli Keuangan tentang Investasi."

3. Konten How-to (panduan atau cara melakukan sesuatu)

Panduan adalah konten yang memberikan informasi mendalam mengenai suatu topik tertentu. 

Contohnya, "Panduan Lengkap Investasi Saham" atau "Panduan Menulis Konten yang Efektif."

4. FAQ (Frequently Asked Questions)

Konten ini menjawab pertanyaan dan masalah umum dalam niche Anda.

Contohnya, "FAQ tentang SEO untuk Pemula" atau "Pertanyaan Umum tentang Asuransi Kesehatan."

5. Studi Kasus (case study)

Studi kasus adalah laporan yang menunjukkan bagaimana pelanggan menyelesaikan masalah menggunakan produk atau layanan Anda.

Contohnya, "Studi Kasus: Bagaimana Perusahaan ABC Meningkatkan Penjualan dengan Software Kami" 

6. Infografik

Infografik adalah grafik yang menyajikan atau mengilustrasikan informasi secara visual.

Contohnya, "Infografik: Langkah-langkah Menyusun Strategi Konten" atau "Infografik: Statistik Pertumbuhan E-commerce di Indonesia."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 1 Digital Marketing Manajemen

Tugas 2 Tentang SEO vs SEM